Cerpen Pertamaku (Selanjutnya)

                                               

                                                One More Night Part 2






Skipp 1 jam kemudian >>>>>>>>>>>

  “What? Menara Eiffel? Indah banget”kataku tak percaya. Aku langsung memotret segalanya. “Cuma kamu loh, Qill. Satu-satunya cewek yang aku ajak ke menara Eiffel buat liat sunset terindah ini, sebelumnya aku nggak pernah kenal sama cewek yang kayak kamu”kata kak Rangga. “Emang aku kenapa, Kak?”tanyaku.“Kamu tuh beda, aku ngerasa care sama kamu”jawabnya. “Aku juga ngerasa Kak Rangga tuh beda dari yang aku kenal. Aku taunya dulu Kak Rangga tuh orangnya ngebetein banget, tapi menurut aku itu salah. Karena ternyata Kak Rangga tuh orangnya baiiikkkk banget”kataku panjang lebar. Kak Rangga hanya tersenyum simpul.

  Huffttthh, capek banget rasanya hari ini. Kenapa aku jadi senyam-senyum sendiri yah mikirin Kak Rangga J. Tapi aku masih agak penasaran deh sama obat yang ada di tas-nya Kak Rangga. Mungkin Kak Rangga adalah Pangeran Amazing yang selama ini aku cari. Rencananya besok kemana yah? Pengin ke Champ Elysee deh, soalnya katanya disana itu kawasan elit di Paris. Disana kita akan menemukan etalase besar yang berisi barang dan parfum ternama. Tapi nggak tahu deh besok.

Skippp>>>>>>>>>>

  “Selamat Pagi Paris”ucapku bersemangat sambil berjalan keluar apartemen. “Semoga hari ini lebih hebat dari hari kemarin”lanjutku. Aku terus berjalan menuju campus, ya jaraknya nggak terlalu jauh kok dari apartemenku. Di tengah perjalanan, Bruukkk… “auhh, stupid!!”teriakku. “Oh, I’m so sorry. You fine?”kata pemuda itu sambil mengulurkan tangannya. “Kak Rangga?”Kataku dengan mata berbinar-binar. “Aqilla”ucapnya sambil membantuku berdiri. “Maaf tadi aku ngomong kasar sama Kak Rangga, maaf yah”kataku. “Iya gapapa. Kamu mau kemana?”tanyanya. “Aku mau ke campus lah. Kak Rangga?”tanyaku. “Mau ketemu kamu”ucapnya. “Emang mau ngapain?”tanyaku lagi. “Hari ini kita akan berkeliling kota Paris J”kata Kak Rangga dengan senyuman manisnya. “Wahhh yuk sekarang”kataku semangat.

  Berkeliling Paris menggunakan mobil mewah milik Kak Rangga rasanya seperti mimpi. Aku seperti daun yang terbawa angin, bebas, lepas. “Ini Paris, Qill. Kamu bisa ngelakuin apa aja yang kamu mau”ucap Kak Rangga. “YEAH PARIS I HEART YOU”teriakku. “Eres tan preciosa para mi”ucapku. “Kamu begitu berharga bagiku”ucap Kak Rangga. “Kok Kak Rangga tau?”tanyaku. “Ya jelas tau lah. Ngapain sekolah jauh-jauh ke Paris nggak tau bahasanya”jelas Kak Rangga. “Hehe, iya yah”kataku malu. “Emang kata-kata itu buat siapa sih?”tanya Kak Rangga. “Ya buat Kak Rangga lah, buat siapa lagi?”jawabku. “Buat aku?”tanya Kak Rangga. “Iya, ya karena aku suka sama Kak Rangga, aku cinta sama Kak Rangga”jawabku meyakinkan. “Becanda. Kamu cinta sama aku seperti seorang adik kepada kakaknya kan?”tanyanya. “Kak, aku serius. Aku cinta sama kakak seperti seorang kekasih, bukan seperti kakak adik”jelasku. “Tapi kenapa harus aku, Qill?”tanya Kak Rangga. Aku hanya terdiam. “Ini Paris, Qill. Kamu bisa dapet yang lebih baik dari aku”ucapnya.

  Tanpa berkata apapun aku langsung pergi meninggalkan Kak Rangga. “Maksudnya dari kata kenapa harus aku? Itu apa?”tanyaku dalam hati. “Apa Kak Rangga udah punya cewek?”pikirku. Tingg Tongg, ada tamu. Kubuka pintu dan ternyata Kak Rangga. “Lumire Du Jour”ucapnya. Aku hanya terdiam. “Kamu kenapa? Kamu masih marah ya sama aku?”tanya Kak Rangga. “Sinih, Kak. Masuk dulu”ucapku. “Qill, kalo boleh jujur. Aku juga cinta sama kamu, tapi aku nggak bisa. Karena aku nggak se-sempurna yang kamu bayangkan. Aku takut kamu menyesal udah cinta sama aku, karena aku hanya akan menyakiti hatimu saja. Oke, kalo kamu maunya kita seperti seorang kekasih, akan kubalas cintamu”jelas Kak Rangga. “Beneran, Kak?”tanyaku dengan isak tangis. “Iya sayang, udah jangan nangis lagi yah. Maafin aku”ucap Kak Rangga sambil mengusap air mataku. “Iya”jawabku tersenyum simpul.


  Malam ini aku pergi ke  menara Eiffel sama Kak Rangga. “Qill, apa sih yang kamu suka dari aku?”tanya Kak Rangga sambil memandang menara Eiffel. “Emmm, dari mananya yah? Ya karena Kak Rangga baik, romantic, manis, pinter, perhatian, dan it’s so perfect lah”jawabku panjang lebar. “Seandainya kamu tahu, Qill”kata Kak Rangga dalam hati. “Emang kenapa,Kak? Kalo aku gimana?”tanyaku. “Gakpapa, ya kamu cantik, manis, pinter, dan senyumanmu itu loh yang bikin jantung cenat-cenut”kata Kak Rangga sambil mencolek daguku. “Ihh apaan sih, Kak Rangga. Biasa aja kenapa? Nggak usah alay”jawabku. Dan menara Eiffel ini adalah saksi dimana cinta kami semakin tumbuh.

Comments

Popular posts from this blog

Hunting Rame Rame (Bukan anak hitz)

SMANTIK Tour de Bali 2016 ala 5s part 2

SMANTIK TOUR de BALI 2016 ala 5S Part 1