Cerpen Pertamaku

         One More Night Part 1
 
  Paris, kota perlambang cinta yang penuh cahaya. Disitu lah aku menemukan takdir hidupku. Ya, pangeran amazing yang selama ini aku cari. Dia adalah Rangga, senior di universitasku. Orangnya pendiem, jutek, dan misterius banget lah orangnya. Dan selama ini dia itu terkenal dingin sama cewek, soalnya dia nggak pernah manjain cewek. Mantan aja Cuma 2.

  Malam itu, aku sedang duduk termenung di pinggir air mancur yang terletak di alun-alun terluas Place De La Concorde, “semoga disinilah aku dapat bertemu dengan pangeran amazing itu. Aminn”kataku sambil melempar koin ke air mancur. Dan tiba-tiba ada cowok duduk di sebelahku, “Tuhan, aku lelah dengan semua ini”katanya sambil menunduk. “Kak Rangga?”tanyaku. “emm, bonjour” jawabnya dengan senyuman simpul. “Kakak kenapa?”tanyaku lagi. “Ohh kamu orang Indonesia. Aku lagi buat permohonan kayak kamu”jawabnya.“Emang permohonan apa, Kak?”tanyaku. “Kepo luu”jawabnya. “Ihh, pantesan yah cewek-cewek pada males deket sama kak Rangga, orang kak Rangga aja ditanyain, jawabnya kepo”kataku panjang lebar. “ehh sebenernya loe siapa sih? Udah kepo, sotoy lagi…ihh amit deh”katanya. “Ohh minta kenalan? Namaku Aqilla, panggil aja Qilla”kataku.“Gue Rangga”jawab Rangga jutek. Ihh nyebelin banget sih ini orang. “oiya, tadi kamu manggil aku Kak?”tanya Rangga. “Ehmm, aku junior kakak. Kan kita satu universitas J”jawabku. Rangga hanya manggut-manggut.

Keesokan Harinya…

  Hari ini aku ingin menghabiskan waktuku untuk hunting foto, jadinya ya otomatis aku pergi ke Place De La Concorde lagi. Cekrekk… “Wuaaaa bagus banget pemandangannya”Kataku sambil terus memotret. “Excusmo monsieur”kataku sambil memberi arah untuk minggir. “Dunia ini emang sempit yah, loe lagi loe lagi”kata seorang pemuda yang tadi aku suruh minggir. “Kak Rangga”kataku sambil tersenyum. “Loe lagi hunting foto?”tanyanya. “Iyah. Kak, tempat yang bagus buat hunting foto tuh dimana sih?”tanyaku. “Ehmm, kasih tau nggak yah?”jawabnya meledek. “uhhh nyebelin deh”kataku sambil cemberut. “Ayo ikut aku!”jawabnya sambil menggandeng paksa tanganku. Aku hanya mengikutinya saja. Dan………… Kak Rangga mengajaku ke Arch De Triomphe, ya bangunan menyerupai gapura besar, tapi subhanallah bagus banget, It’s so amazing. Puas rasanya hunting foto disana.

  Dan dengan sedikit berpikir, ternyata Kak Rangga orangnya baik banget, nggak se-jutek yang mereka kira. Dia mau nunjukin aku gimana cara ambil gambar yang bagus, nunjukin tempat yang WOW banget, dan juga jahil banget. “Makasih ya, Kak. Kak Rangga udah mau nemenin aku hunting foto”kataku sambil memakan gulali. “iya sama-sama. Oiya, aku punya objek yang bagus banget, tapi masih 1 jam lagi”katanya. “Beneran, Kak? Selama apa pun waktu itu, akan kutunggu”kataku semangat. “Beneran, Qilla. Ke apartemenku dulu yuk!”ajak Kak Rangga. “Yuk!”kataku sambil berjalan bersama Kak Rangga.


  Sesampainya di Apartemen. “Qill, aku ke kamar mandi dulu yah”kata Kak Rangga. Aku hanya menganggukan kepala sambil tersenyum. “Hah? Apaan nih? Ini kan obat. Emang Kak Rangga sakit apa? Aneh deh, perasaan waktu itu aku juga liat Kak Rangga ke rumah sakit. Tapi kenapa yah? Ahh udahlah jangan mikir yang engga-engga”gumamku.  “Kenapa, Qill?”tanya Kak Rangga. “Ehhh, nggapapa kok. Oiya, ini apa kak?”tanyaku. “O…Ohh it…itu vitamin. Yah vitamin. Kan udara di Paris sama di Jakarta beda, jadi yah buat jaga-jaga aja”jawab Kak Rangga. “Oohh”jawabku kurang yakin.

Comments

Popular posts from this blog

Hunting Rame Rame (Bukan anak hitz)

SMANTIK Tour de Bali 2016 ala 5s part 2

SMANTIK TOUR de BALI 2016 ala 5S Part 1