Cerpen Cinta Remaja

Tittle  :  Cinta Datang Terlambat
Writer: Mentari Rizki Egayanti

  Perlahan tetes air hujan jatuh membasahi bumi, daun-daun diluar sana pun basah, gemercik air hujan terdengar jelas ditelinga, dan hawa dingin pun mulai menusuk tulang. Langit begitu gelap, sama seperti hatiku saat ini, mungkin memang sedang bersahabat denganku. Aku bangkit dari kasurku, lalu berjalan ke arah jendela kamarku, yang berhiaskan tirai dengan miniature Eiffel tower. Perlahan tanganku mulai mencoba menyentuh jendela yang saat ini mulai berembun dan basah. Pandanganku kosong menatap langit malam yang tak bersinar. Kini pandanganku teralihkan pada sebingkai foto dan setangkai bunga mawar yang berada di meja belajarku, tanpa berpikir panjang aku mulai mengambilnya. Ku usap kaca bingkai itu, ku pandangi gambar dirinya, dan ku cium mawar itu, rasa rinduku pun kian terasa. Tetes demi tetes air mataku jatuh membasahi pipi, perlahan aku mencoba untuk tersenyum dan mengingat kenangan itu, sekitar 5 tahun yang lalu.
Flashback>>><<<Flashback
  Namaku Ashilla Ziva Carellia, aku merupakan salah satu siswi SMA di daerah Tangerang. Tentu saja aku mempunyai seorang boyfriend, dia teman sekelasku, namanya Farel. Dan aku mempunyai 2 orang sahabat, Ina dan Arial. Sudah sekitar 10 bulan aku menjalin hubungan dengan Farel. Namun, cinta kami semakin lama, semakin memudar. Kali ini aku duduk di salah satu bangku di kantin sendirian. Tidak lama, seorang anak lelaki mendekatiku, dan ternyata dia adalah Farel.
“Emm, Ziva.”ucap Farel terlihat gugup.
“Kenapa?”tanyaku.
“Maaf, akhir-akhir ini aku udah ngga sama kayak dulu lagi. Aku mulai menjauh dari kamu, jarang SMS, BM, Chat, VN, VC, atau Telfonan sama kamu.”ucap Farel panjang lebar dan dengan raut wajah gelisah.
“Ya nggapapa lagi, wajar lah kalau kamu kayak gitu. Aku maafin kok J”jawabku diiringi sebuah senyuman.
“Huftth, thanks yah. Tapi aku punya maksud lain.”ucap Farel.
“Apaan?”jawabku santai.
“Aku rasa kita udah ngga cocok lagi deh, udah ngga ada chemistry, aku bosen, capek, hatiku sekarang udah bukan buat kamu lagi, aku udah punya yang baru. Jadi, maaf hubungan kita sampai sini aja yah. Thanks.”ucap Farel terang-terangan.
  Seketika aku terdiam, diam seribu bahasa, rasanya sakittttt.
(Tersenyum kecil) “Hufth, iya. Aku tau kok. Ya udah, goodbye!”ucapku diiringi dengan melambaikan tangan.
(Backsound: Rela Kehilangan_Sammy S)
  Farel hanya tersenyum lalu berlari kecil pergi meninggalkanku. Aku langsung menutupi wajahku dengan kedua telapak tanganku, aku tak kuasa membendung air mataku. Tak lama seorang anak lelaki menghampiriku lalu memberikanku sehelai tissue. Aku berhenti menangis lalu menatapnya dan mengambil tissue itu.
(Tertawa) “Ngga usah di tangisin, mubazir air matanya tau! Liat deh muka kamu, jelek banget! Sekarang kamu berhenti ya nangisnya, habis itu air matanya di usap pakai tissue, atau cuci muka aja. Oke!”ucap anak lelaki itu yang ternyata adalah Arial.
“Thanks, Arial.”jawabku sambil memaksakan diri untuk tersenyum.
  Arial hanya mengangguk sambil tersenyum lalu pergi.
  Sejak saat itu, Farel menjadi orang yang sama sekali tak ku kenali. Dan Arial semakin dekat denganku, dia menjadi sahabat yang selalu ada untukku.
  Hari ini aku dan Arial jalan-jalan ke Teras Kota, dan kami pun berniat untuk menonton film Monster University di blitzmegaplex. Disaat kami sedang membeli tiket, kami bertemu dengan Farel dan pacarnya yang bernama Pramudina.
“Farel.”ucap Arial.
“Ehh Arial, mau nonton?”tanya Farel yang terlihat gugup.
“Iya, kamu?”tanya Arial.
“Iya lah mau nonton. Pacar kamu?”tanya Farel lagi.
“Iya, Ziva pacar aku! Kenapa?”jawab Arial.
“Oh, ya nggapapa. Longlast ya.”ucap Farel seraya pergi meninggalkan kami berdua.
“Maksudnya?”tanyaku.
“Udah lah. Dia aja udah punya yang baru, masa kamu engga?! Aku jadi pacar pura-pura kamu juga nggapapa kok kalau ada Farel.”jawab Arial.
“Thanks yah.”ucapku seraya tersenyum kecil.
  Arial hanya mengangguk. Arial baik banget sama aku, tapi aku belum bisa move on dari Farel. Terus gimana?
  Ya kali ini, aku duduk sendiri di bangku taman sekolah, aku memandang tanah dengan tatapan kosong, mengingat kenanganku bersama Farel. Perlahan air yang keruh itu jatuh menetes dari mataku, lalu mengalir di pipiku.
“Galau gara-gara mantan?”tanya Arial seraya memberikan setangkai mawar merah yang ia petik di taman.
(Memandang Arial) “Sok tau kamu!”jawabku sinis.
“Ya, mulut emang bisa ngelak, tapi hati mana mungkin?! Gini deh, anggap bunga mawar ini kesedihan kamu, kamu cabutin satu-satu setiap kelopaknya, sambil kamu sebut cowok yang kamu sebelin. Coba aja deh.”ucap Arial seraya memberikanku setangkai bunga mawar merah.
  Aku menerimanya, lalu ku cabut satu persatu kelopaknya sambil menyebut nama Farel. Hingga akhirnya kelopak dari bunga mawar itu habis, dan berjatuhan di tanah.
“Sudah merasa lega kah?”tanya Arial.
“Iya, Arial. Thanks banget yah, kamu tuh pengertian banget ya sama aku?!”jawabku seraya tersenyum.
(Backsound: Berdua Lebih Baik_Acha S)
  Arial hanya membalasnya dengan senyuman. Ya sekarang hatiku agak lega, dan ngga sedih berkat Arial.
  Pagi ini, langit tak secerah biasanya. Awan mendung menghiasi langit pagi ini, matahari pun tak nampak. Dan perlahan tetes demi tetes air hujan berjatuhan, dan semakin deras. Aku duduk sendiri di bangku pojok kelas sambil mencoret-coret buku. Sesekali aku memandang ke luar jendela, untuk menikmati betapa sejuknya pagi ini. Dan seorang anak laki-laki tiba-tiba saja duduk di sebelahku.
“Galau ya? Atau kenapa?’tanya lelaki itu yang ternyata adalah Arial.
“Engga, lagi bête aja.”jawabku dengan muka cemberut.
“Ikut aku yuk! Pokoknya di jamin bikin mood kamu balik lagi deh!”ajak Arial.
“Kemana?”tanyaku.
“Udah ikut aja!”jawab Arial seraya menarik paksa lenganku.
  Aku hanya mengikutinya saja. Dan ternyata Arial mengajakku ke pinggir lapangan basket.
“Sinih tangan kamu!”ucap Arial seraya mentatih tanganku untuk menikmati air hujan.
(Backsound: When You Love Someone_Endah N Rhesa)
“Tutup mata kamu, rasakan setiap tetes air hujan itu. Terus, kamu bayangin kalau sekarang kamu lagi di tengah-tengah lapangan, main air, hujan-hujanan sama cowok yang kamu suka, yang kamu sayangin, dan bikin kamu nyaman.”jelas Arial.
  Aku mengikuti perintahnya. Seorang lelaki yang kupikirkan adalah Arial, yang sangat mengerti aku. Aku mulai membuka mataku, lalu aku menatap ke arah Arial yang sedang tersenyum menatapku.
“Indah banget yah?! Mood-ku udah balik.”ucapku.
“Yeee berhasil!!!”ucap Arial.
“Thanks ya, Arial. Kamu itu sahabat terbaikku.”ucapku diiringi dengan senyuman hangat.
“Iya, sama-sama. Kamu juga.”jawab Arial dengan membalas senyumku.
  Dua minggu sejak hari itu, kami semakin dekat. Hingga pada suatu hari pada saat ulang tahunku yang ke-14, disaat jam istirahat kedua. Aku sedang menulis catatan di kelas, saat itu hanya ada aku dan Arial. Arial menatapku tajam.
(Gugup) “Zi..Ziva, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.”ucap Arial.
“Mau ngomong apa?”tanyaku.
  Suasana mendadak hening seketika, ku lihat wajah Arial tampak kelihatan gugup, dan keringat dingin pun mulai menetes membasahi wajahnya.
“Arial? Mau ngomong apa?”tanyaku.
“Ziva…itu…anu…ehh…ak…aku..”ucap Arial terbata-bata.
“Apa sih? Itu? Anu? Apaan?”tanyaku sedikit kesal.
“A..aku…”ucap Arial terpotong karena ada guru yang masuk untuk memulai pelajaran.
  Sepulang sekolah Arial tidak berbicara apapun padaku, tersenyum pun tidak, wajahnya masih terlihat gugup. Aku hanya bisa terdiam.
   Aku berjalan menuju ke pos satpam untuk menunggu jemputan. Arial datang menghampiriku.
“Lagi nunggu jemputan?”tanya Arial.
“Iya nih.”jawabku.
“Besok kamu ke rumahku jam 10. Aku mau bilang sesuatu sama kamu!”ucap Arial.
  Aku hanya menganggukkan kepala.
“Oh, oiya aku udah di jemput. Maaf ya, aku pulang dulu. Bye! TiTi DJ ya! Je t’aime, au revoir.”ucap Arial seraya melambaikan tangan dan berlari ke arah mobil jemputannya.
“See you soon! TiTi DJ too! Je t’aime.”ucapku seraya melambaikan tangan.
  Esok harinya, aku sudah berjanji untuk datang ke rumah Arial, ya hanya sekedar berkunjung dan aku penasaran dengan apa yang akan dikatakan Arial. Dengan semangat ku kayuh pedal sepedaku menuju ke rumah Arial. Sesampainya di depan rumah Arial, rumahnya tampak sepi.
“Arial…!!”panggilku.
  Tidak lama seorang wanita tua dengan menggunakan pakaian sederhana membukakan pintu.
“Cari siapa ya?”tanya wanita itu.
“Arial.”jawabku.
“Maaf, Mba. Mas Arial sudah berangkat ke London ikut ayahnya yang di pindah tugaskan kesana, katanya sih sekitar 5 atau 6 tahunan. Berangkatnya kemarin sore, mendadak sekali, Mas Arial juga sempat menolak, ya tapi dia harus ikut.”jelas wanita itu.
“O..oh.”jawabku lemas.
“Tapi Mas Arial menitipkan ini ke saya, katanya untuk mba Ziva.”ucap wanita itu seraya memberikanku amplop merah muda.
“Makasih. Permisi.”ucapku seraya pergi.
(BACKSOUND_BLINK – HELLO MELLOW)
“Kenapa Arial tega? Kenapa disaat aku bahagia, Arial pergi? Kenapa? Arial jahat!”ucapku sambil menangis dan mengayuh pedal sepedaku dengan kencang.
  Aku teringat akan surat yang diberikan oleh Arial, lalu ku buka.
Happy Birthday, Ziva. Wish you all the best. Maaf kalau aku udah buat kamu penasaran, tapi aku ngga mau bilang lewat surat sekarang, maybe many years ago. Maafin aku, aku pergi ngga bilang sama kamu, aku juga ngga tau. Jangan pernah lupa sama aku ya, nanti kalau aku pulang, ada banyak kejutan buat kamu, tapi ngga janji ya! I will come back to you. Je t’aime.” Itu kenangan terakhir dari Arial, entah kapan dia kembali? Tapi setidaknya aku tetap menyayanginya dan ngga akan pernah lupa sama semua kenangan antara aku dan Arial. Thanks Arial J. Aku berharap kamu kembali, disini, disampingku.
>Flashback Off<
(Backsound: Cinta Datang Terlambat_Maudy A)
   Kini senyum menghiasi wajahku yang lembab karena air mata. Aku harap Arial cepat kembali. “Tuhan, sedang apa Arial disana? Apakah dia juga sedang menikmati malam yang hujan dan gelap ini? Sampaikan padanya bahwa aku sangat merindukannya, Tuhan. Aku berharap semoga ia baik-baik saja disana. Aku hanya ingin dia tahu, bahwa aku sangat menyayanginya. Apa aku mencintainya? Tapi mengapa? Dan apakah kita akan bertemu kembali? ”ucapku seraya memeluk dan mencium kaca bingkai foto Arial, lalu mencium setangkai bunga mawar itu. Hujan dan Mawar punya kenangan dan cerita tentangmu Arial.
                                                       _Sampun_


Thanks buat yang udah mau baca J. Maaf gaje, buatan manusia biasa jadi. Hehe
I just want you read this story J. Yea I know, this story it’s not good, not interesting. So, I’m so sorry. Enjoy please J.
You can wait the next season story. Im not promise, but I want to make the next season story, so pray to me J. Hope I can write again J. And I wish you not bored to read my story J.


Merciii ^_^  Je t’aime, keep enjoying J

Comments

Popular posts from this blog

Hunting Rame Rame (Bukan anak hitz)

SMANTIK Tour de Bali 2016 ala 5s part 2

SMANTIK TOUR de BALI 2016 ala 5S Part 1