Hay gals, setelah sekian lama Mentari ngga nulis di blog, kali ini Mentari bakal nulis cerpen buatan Mentari sendiri, btw maaf ya kalau jelek. oke langsung aja yuk....






Je t’aime Paris!!!
                                                                                By: Mentari Rizki E.

  “Présenter mon nom est Aira heurex de vous rencontrer. Bonjour bon après”kataku memperkenalkan diri di depan kelas. Aku mahasiswi asal Indonesia yang berkesempatan kuliah di Universte De Paris karena mendapat beasiswa. Dan tadinya aku kuliah di Universitas Indonesia (UI). Oiya, nama panjangku adalah Almayra Jasmine, tapi biasa dipanggil Aira. “Aira, pleased you sit down with Kenan”ucap Miss. Adele. “Pleased Aira!”ucap Kenan. “Merci Pour”ucapku seraya duduk disamping Kenan.
  Akhirnya pulang juga…! Hari pertama aku kuliah di Universte De Paris sangat menyenangkan, banyak mahasisiwi asal Indonesia yang bersekolah di situ. Oiya, aku belum memperkenalkan Kenan. Ya, nama panjangnya Clark Kenan Soekarta, dia itu blasteran antara Paris dan Jawa, berarti Paris Van Java dongg?! Hehehe. “Aira”panggil seseorang dari kejauhan lalu berlari menghampiriku. “Kenan? Whats up?”tanyaku. “Yee aku itu orang Indonesia nggak usah pake bahasa inggris kalau diluar campus”jawabnya. “Oiya hehe”jawabku malu. “Mau pulang?”tanyanya. “Iya”jawabku singkat. “Aku anterin yah?”ajaknya. “Nggausah, makasih. Aku bisa pulang sendiri kok J”jawabku. “Yakin?”tanyanya. “Iya”jawabku. “Yaudah. Hati-hati yah!”ucapnya. Aku hanya tersenyum lalu melambaikan tangan tanda sampai jumpa, lalu aku pergi meninggalkannya. Sebelum pulang aku menyempatkan diri untuk mampir ke Seine River, itu loh  sungai yang indah banget di Paris, nggak jauh dari situ berdiri sebuah menara yang WeOWe banget, apalagi kalo bukan menara Eiffel.
  Aku duduk terdiam memandangi semua yang ada disitu. Indah banget, subhanallah nggak bisa di ungkapkan dengan kata-kata deh. Karunia Tuhan yang sungguh luar biasa buat aku. Tak lupa aku memotret semua yang ada dengan kameraku. Kenapa aku foto? Memang aku bisa merekam ini semua dengan mataku, tapi jika aku sudah mulai lupa dengan semua keindahan ini, hanya dengan foto-lah aku dapat mengingatnya kembali. Aku mulai merasa lelah, akhirnya kuputuskan untuk pulang ke apartemen.
  Pagi yang cerah di kota Paris. Aku terbangun dari mimpi indahku, kulihat jam dinding dikamarku menunjukan pukul 05.00 am. Aku langsung mengambil air wudhlu, lalu sholat dan tak lupa setelah sholat aku berdoa untuk kedua orang tuaku, dan semua orang yang aku sayangi, dan tak lupa pula aku mengucap syukur karena aku masih bisa bernafas sampai saat ini. Setelah itu aku langsung mandi dan prepare buat kuliah lalu cuss menuju campus. Aku ke campus naik sepeda loh, sekalian buat olahraga, emang sih jaraknya nggak terlalu jauh. Sesampainya di campus aku langsung menuju ke food corner, karena aku belum breakfast.
  Hari ini jadwalnya kelas pagi, untung saja cuma sampai jam 12 siang J. Dan akhirnya kelar juga. “Aira, kita jalan-jalan yuk!”ajak Kenan tanpa basa-basi. “Kemana?”tanyaku. “Keliling campus ini. Atau terserah kamu aja!”jawabnya. “Yaudah yuk!”ucapku. “Kamu aslinya mana?”tanya Kenan sambil terus berjalan. “Aku aslinya Bandung. Alamatnya di Taman Bumi Prima Cimahi. Tapi aku tinggal di BSD sama tanteku. Kalo kamu?”tanyaku. “Aku asli Bandung. Tapi aku udah lama tinggal di Lahat, Sumatera Selatan”jawabnya. “Ooh, kamu udah lama tinggal di Paris?”tanyaku lagi. “Ya udah 5 bulan-an lah” jawabnya. “Wahh udah lama yah?! Pasti seneng deh?”tanyaku. Kenan hanya tersenyum sambil mengangguk. “Kamu tau nggak? Impian terbesar aku itu bisa menginjakkan kakiku di Paris. Dan sekarang udah terwujud, aku seneng banget. Rasanya kayak mimpi tau nggak?”ucapku semangat. “Hehe, aku tau kok!”ucapnya. “Kok kamu bisa tau sih?”tanyaku. “Aku bisa liat dari mata kamu”jawabnya. “Gombal dipelihara!”kataku. “Ihh kamu tuh. Bisa nggak sih respect sedikit. Nyebelin deh kamu!”ucap kenan kesal. “Iya iya deh. Jangan marah ya! Please!”kataku memelas. “Hemm”jawabnya ber-hemm ria. “Cuma Hemm?”tanyaku. “Iya deh. Aku nggak marah kok!”jawabnya sambil merangkulku.
>>>>Di percepat<<<<                                                                                                       
  Sebulan sudah aku tinggal di Paris. Ada suka dan ada dukanya juga. Aku juga semakin dekat dengan Kenan. Tinggal beberapa bulan lagi aku berada di Paris. Yahh jadi sedih deh L. Aku pun mulai merindukan ayah, ibu, kak Flow, tante Dina, dan sahabat-sahabatku. Sebahagia-bahagianya aku di Paris, tapi aku lebih bahagia kalau bersama mereka.  Tapi aku nggak begitu merasa kesepian karena ada Kenan, yang selalu menemaniku.
  Hari ini aku libur, soalnya ada festival tumbuhan di Paris. Ayyee! Dan Kenan hari ini janji mau mengajaku jalan-jalan J. Kami janjian di depan campus. “Huhh Kenan mana sih? Kok lama banget!”gerutuku. “Bonjour bon après Aira!”ucap Kenan yang tanpa sepengetahuanku sudah berdiri di belakangku. “Ehh Kenan. Bonsoir! Kita mau kemana?”tanyaku. “Kemana aja boleh, yang penting happy!”ucap Kenan lalu menggandeng tanganku. Kami berdua berjalan kaki menuju Seine river. “Kita kesini dulu yah! Soalnya ini tempat favorit aku!”ucap Kenan. “Sipp!”ucapku singkat. “Oiya kita naik Yacth yuk! Kita bakalan jelajahin Seine river ini”pintaku. “Oke yuk!”jawabnya. Setelah memesan tiket kami berdua langsung naik ke atas Yacth yang tersedia. Kami sangat menikmati perjalanan ini, nggak lupa buat hunting foto pastinya. Kami bergaya ala Titanic sambil menyanyikan lagu My Heart Will Go On di Yacth.
  Setelah puas menjelajahi Seine river dengan kapal, kami berdua memutuskan untuk duduk di pinggiran Seine river. “La vie est tellement belle avec toi, je t’aime!”ucap Kenan sambil menatap mataku tajam. “J’ai besoin de toi comme de l’air que je respire!”balasku. “Kok jadi nge-gombal”ucapku mengalihkan perhatian. “Nggak ada yang gombal ataupun berlebihan, semua ini dari hati”ucap Kenan sambil mentatih tanganku untuk memegang dada-nya yang bidang J. Aku terkejut dan bingung, detak jantungnya begitu kuat. Setelah itu, kami meneruskan perjalanan menuju menara Eiffel. Sumpah demi apapun, indah banget salut saya sama Gustav Eiffel. Lalu Kenan memberikan sepucuk surat padaku, lalu kubaca dan isinya……(Je t’aime! C’est ma plume qui te l’ecrit et mon Coeur qui te le dit). “Kenan? Maksudnya apa?”tanyaku setelah membaca surat itu. “Jujur, mungkin keliatan konyol banget. Tapi aku cinta sama kamu, Ra! Mau nggak jadi pacarku?”tanya Kenan. “Je t’aime”jawabku. “Berarti?”tanyanya lagi. “Ehmm Yaaa”jawabku. “Yeee, merci pour God, merci pour Aira, merci pour Paris, merci pour Eiffel”teriak Kenan saking senengnya. Akupun hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya. Kami meneruskan perjalanan menuju Ponts Des Arts. Perlahan tetes air hujan mulai berjatuhan membasahi bumi. “Yahh hujanL”keluhku. “Udah nggakpapa, lagian masih gerimis”ucap Kenan sambil terus berjalan.
  Sesampainya di Ponts Des Arts, kami langsung membeli gembok cinta. Setelah itu, kami pasangkan gembok cinta itu secara bersilangan, lalu aku menuliskan inisial namaku dan Kenan, begitupun Kenan (K © A), lalu kami buang kunci gembok itu ke Seine river. “Semoga cinta kita abadi :*”ucap kami berdua sambil berpelukan. Tetes air hujan membuat suasana di Ponts des Arts semakin romantic J. Kami berdua menari dan tertawa bersama diderasnya air hujan. Untuk saat ini kami tidak memperdulikan apapun yang penting senang karena di mabuk cinta, Hahaha! Hari yang bersejarah ini ditutup oleh suasana malam kota Paris yang dinginnya menusuk tulang, gemerlapan lampu kendaraan dan gedung-gedung, dan ditemani sejuta cahaya bintang. Kami berdua duduk terdiam di balkon apartemenku dan ditemani oleh secangkir teh hijau. “Aku lebih baik mati esok hari setelah menikmati malam ini bersama kamu. Daripada aku hidup abadi tanpa pernah mengenal kamu”ucap Kenan sambil merangkulku. Lalu kami berdua menyanyikan sebuah lagu dari One Direction yang berjudul ‘Little Things’. “I wan’t let these little things slip, out of my mouth, but if I do, it’s you, oh it’s you they add up to, I’m in love with you, and all these little things”.
  Drreeett…dreetttt tanda ada pesan. Dengan sedikit mengantuk, kubaca pesan itu. “Kamu adalah matahari yang menyinari hidupku. Di pagi hari, bangun tanpa kamu bagai terbangun dalam sebuah dunia yang dimana selalu malam.Kamu adalah kebahagiaanku”. Uhh so sweet!!! Lalu kubalas pesan itu, “Api membutuhkan kayu, seperti aku membutuhkan kamu :*”.  Setelah itu aku langsung prepare buat kuliah, cuusss go to campus. Hari ini aku full buat kuliah, sampai malam mungkin. Soalnya aku harus ujian, bikin proporsal, laporan dan masih banyak lagi.
  Sesampainya di campus, aku langsung menuju kelas. Dikelas aku langsung disambut oleh buku yang super tebal untuk belajar, well harus terima kenyataan. 1 jam belajar akhirnya aku ujian. Oiya, sekarang kan udah jam 12, biasanya aku pulang jam segini, pasti Kenan nyariin aku deh. Soalnya kan aku belum bilang kalau hari ini aku full buat kuliah.
>>>>Skippp jam 8 malam<<<<
  Akhirnya pulang juga, aku langsung ke depan campus. Langkahku terhenti karena terkejut melihat seorang pria berdiri mematung tepat dibawah traffic light. Lalu aku dekati pria itu. “Hey!”sapaku. “Udah pulang?”tanyanya. “Loh! Kenan? Dari tadi kamu disini?”tanyaku. “Ehmm iya. Nggapapa lagi, yuk pulang!”ajaknya sambil merangkulku. “Tapi? Ngapain sih, Ken?”tanyaku. “Ya gapapa, aku Cuma pengin pulang sama kamu, ya walaupun aku udah nunggu lama banget disini. Tapi demi kamu aku rela kok!”jelas Kenan. “Ya ampun Kenan. Pasti capek deh. Maafin aku yah!”ucapku. “Ngapain minta maaf? Udah yuk ahh, udah malem nih!”ucap Kenan. Aku hanya bisa terdiam, pengorbanan yang sungguh luar biasa buat aku. Soalnya Kenan udah nungguin aku dari jam 12 siang sampai jam 8 malam. Thank’s Kenan!
Dipercepat>>>>>
  Sudah 2 bulan aku tinggal di Paris. Tinggal 1 bulan lagi aku akan pulang ke Indonesia. Mengapa waktunya terasa sangat cepat yah? Mungkin karena aku terlalu asyik dengan hari-hariku di Paris bersama Kenan. Dan udah 2 bulan juga kita pacaran J. 2 bulan ini adalah waktu yang sangat singkat buat aku. Tapi aku harus tetap bersyukur karena nggak semua orang bisa menginjakkan kakinya di Paris J.
  1 minggu ini aku fokuskan waktuku untuk kuliah. Jadi, waktuku bersama Kenan agak sedikit berkurang. Karena aku akan menghadapi ujian lagi. Untung saja kuliahku Cuma 6 bulan, 3 bulan di Indonesia, dan 3 bulan di Paris. Pada satu kesempatan, aku berusaha untuk bertemu dengan Kenan. Dan akhirnya bisa, kami berdua bertemu di pinggiran Seine River. “Aku kangen banget sama kamu, Aira!”ucap Kenan sambil memelukku. “Aku juga Kenan!”ucapku sambil membalas pelukan Kenan. “Kenan, aku boleh tanya sesuatu nggak?”tanyaku. “Boleh”jawabnya singkat. “Ken, kurang dari sebulan ini aku harus pulang ke Indonesia. Terus hubungan kita gimana?”tanyaku ragu. Kenan menarik napas panjang lalu menghembuskannya. “Aku juga nggak tau, Ra!L”jawab Kenan sedih. “Kita putus yah?”tanyaku. Kenan menatapku tajam. “Putus? Haruskah?”tanyanya. “Tapi, Ken. LDR buat aku itu kurang meyakinkan. Aku nggak bisa, Ken! Nggak bisa!”jawabku sambil menahan air mata. “Segampang itu kamu bilang PUTUS? Terus kamu bakalan ngelupain semua yang udah kita ukir bersama? Iya?”tanyanya dengan nada tinggi. Air mataku akhirnya menetes membasahi pipiku. Aku nggak sanggup untuk melihat wajah Kenan yang mulai membendung air mata dan amarahnya. Aku hanya bisa menangis, aku bingung. Tuhan, bantu aku!!!. Aku berlari menjauh meninggalkannya sendiri di pinggir Seine river bersama daun-daun yang jatuh berguguran.
  Setelah kejadian itu, Kenan berusaha memperbaiki hubungan kami berdua. Hingga pada satu malam, Kenan mengajakku bertemu di sekitar menara Eiffel. “Aira, kita masih pacaran kan?”tanya Kenan tanpa basa-basi. “Iya lah. Emang kenapa?”aku balik bertanya. “Sipp. Tinggal berapa lama lagi kamu disini?”tanyanya. “2 minggu”jawabku singkat. “Oke, biar kamu nggak merasa kehilangan. Gimana kalau 2 minggu ini, kita lalui sisa waktu yang tersisa untuk mengukir kisah indah kita?”jelas Kenan panjang lebar. “Oke<”jawabku singkat.
Tidak terasa sudah 2 minggu, kulalui hari yang begitu indah bersama Kenan. Membuat hidupku lebih berarti. Tak mungkin bisa ku melupakan setiap detiknya. Kini aku harus pulang ke Indonesia, walau terasa berat dihati namun ini adalah kenyataannya. >>>>>Bandara<<<<<
   “Save my heart! Please! I will come back one year ago to you, to our dreams :*!”ucapku sambil menggenggam erat tangan Kenan. Lalu Kenan memelukku erat dan sangat erat. “I love you goodbye :’)”ucapku seraya pergi meninggalkan Kenan yang diam terpaku melihat kepergianku. Jika ini mimpi, aku ingin segera bangun karena aku tidak mau meninggalkan Kenan dalam waktu yang cukup lama. Sebenarnya Kenan bisa pulang ke Indonesia, namun karena ada suatu hal jadi Kenan tidak pulang ke Indonesia.
  Rasa rinduku pada Kenan tak bisa diungkapkan oleh apapun. Satu tahun ini waktu yang sangat lama. Aku pulang ke Indonesia selama 1 tahun karena aku harus menyelesaikan segala urusanku di Indonesia. Aku menceritakan tentang Kenan kepada ayah, ibu, tante Dina, dan Kak Flow. Dan sepertinya Keluargaku menyukai sosok Kenan. Semoga saja Tuhan mengkehendaki kalau aku berjodoh dengan Kenan, Amin.
>>>>>Dipercepat 1 tahun<<<<
  Tak terasa sudah 1 tahun, aku harus menepati janjiku untuk terbang menuju Paris. Kali ini aku ke Paris tidak sendirian, aku ditemani oleh ibu dan ayahku yang ingin berlibur ke Paris, sekalian ingin lebih dekat dengan Kenan. 1 hari sebelum aku berangkat ke Paris, aku mengabari Kenan dulu lewat email. Dan esoknya Cuuuussssssss>>>>>>>> ñ 4ý 4 C nyampe deh J! Aku berharap Kenan masih mau menerima kehadiranku. Karena aku sangat mencintainya. Aku langsung menuju ke sebuah penginapan di dekat Arch de triomphe. Setelah mem-bocking kamar, akupun langsung menuju ke rumah Kenan. Walaupun sebenarnya sangat lelah namun aku sudah terlanjur rindu dan ingin bertemu Kenan.
  Aku dan orang tuaku sampai di depan gerbang rumah Kenan. Rumahnya tampak seperti ada sebuah acara pertunangan. “Bunda, tunggu di mobil dulu aja yah!”ucapku seraya keluar dari mobil. “Yaudah deh, terserah kamu aja!”ucap bundaku. “Tapi kok rumahnya rame banget ya? Kayak ada party gitu!”tanyaku heran. “Bunda juga nggak tau, sayang”jawab ibuku. Sebenarnya setelah melihat keadaan rumah Kenan yang seperti ada sebuah acara pertunangan, hatiku terasa amat sangat hancur, tapi don’t be negatron! Be optimis aja! Perlahan aku mulai melangakah menuju ke teras rumah Kenan. Aku disambut oleh seorang wanita Perancis. “Bonjour! Welcome!”ucapnya ramah. Aku hanya terdiam dan meneruskan langkahku menuju ke belakang rumah Kenan, didalam rumah Kenan sangatlah gelap aku hampir tidak bisa melihat apapun. Dan…… Yah benar! Ada sebuah pesta pertunangan dan aku melihat Kenan sedang bercanda tertawa bersama seorang wanita Perancis dan teman-temannya. Ya Tuhan, apakah ini mimpi? Kenan aku kembali hanya untukmu, tapi kenapa kamu khianati semua janji-janji, semua tulus cinta, dan air mataku? Rasanya seperti ada yang mengiris-iris hatiku. Sakiiittt banget, bayangkan dalam waktu 1 tahun ini aku berusaha untuk tidak mengenal lelaki siapapun demi Kenan, perjalanan jauh dari Indonesia ke Paris membutuhkan waktu yang sangat lama, apalagi aku telah membawa kedua orang tuaku. Pastinya mereka sangatlah kecewa! Lalu aku membalikan badanku dengan tangisan dan amarah, tapi tiba-tiba aku dikejutkan oleh sebuah lukisan besar, yang bergambar diriku dan kenan di geladak kapal pada saat aku menjelajahi seine river, dan bertuliskan “If I say I love you. Would you be mine, Aira?”. OH my God? Really?.
  Aku membalikan badanku kembali, memastikan apakah benar Kenan? Ya ternyata benar. Kenan berlutut dihadapanku dengan tangan memegang kotak yang berisikan cincin berhiaskan permata yang sangat indah. “Gimana? Cepetan udah pegel nih!!”ucap Kenan membuyarkan lamunanku. “Ehh, hehe iyah :*”jawabku. “Iya apa?”tanya Kenan. “Ya aku mau”jawabku. “Mau apa?”tanya kenan lagi. “Jadi milik kamu selamanya. Didunia dan sampai di keabadian”jawabku. “Asikk. Oke, Will you marry me?”tanyanya. “Yes Monsieur :*”jawabku. Lalu Kenan memasangkan cincin ke jari manisku. Setelah itu kenan mencium tanganku. Lalu kami berdua berpelukan. (ceritanya diputerin lagu A Thousand Year_Christina Perri). Prokkk…Prokkk…Prokk! “Tapi wanita Perancis itu siapa?”tanyaku. “Ohh itu temen aku, kita udah nyusun rencana buat ngasih surprise ke kamu”jelasnya. “Woww, Amazing badai”ucapku kagum. Bunda dan ayah ternyata telah mengetahui hal ini, Kenan yang menyusun semua ini. SPECTA! Hari ini adalah hari yang sangat special buat aku. Dan takkan pernah kulupakan. Aku berjanji aku akan terus menyayangi kenan, mencintai kenan, membahagiakan Kenan, menjaga kenan sampai kapanpun. Karena cinta kita abadi dan tak mungkin berhenti.. Y. Je t’aime PARIS!!!!

                                                   >The End<

Comments

Popular posts from this blog

Hunting Rame Rame (Bukan anak hitz)

SMANTIK Tour de Bali 2016 ala 5s part 2

SMANTIK TOUR de BALI 2016 ala 5S Part 1